Senin, 17 Agustus 2020

MENDETEKSI BENTUK PENIPUAN PROSES TKI/PMI



Beberapa pertanyaan berikut sangat sering kita temukan :

- Saya mau bekerja keluar negeri tapi tidak tahu caranya ?
- Saya memiliki dana yang cukup untuk proses tapi dimana saya harus mencari tahu untuk berproses?
- Apakah perusahaan atau agency ini amanah atau penipu? 
- Dimana saya harus mendapatkan info tentang cara proses bekerja keluar negeri
- Dan lain lain..

Pertanyaan2 tersebut bagaikan umpan yang akan disabet oleh para pelaku bisnis kotor PMI yang banyak bertebaran baik di sekitar kita ataupun didunia maya / social media, kebingungan yang sebagian besar dimiliki oleh para pencari kerja keluar negeri karena belum memahami dengan benar bagaimana prosedur prosesnya seakan menjadi lahan empuk buat mereka untuk memanfaatkan situasi, dan pada akhirnya kita juga telah banyak menemukan "cerita duka" yang sudah menjadi korban dari permainan oknum pelaku bisnis ini.

Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa tawaran2 yang banyak kita temui itu adalah benar atau modus ?

Akan sangat sulit memang membedakan mana yang benar benar mau membantu atau yang mau memanfaatkan kelemahan para pencari kerja keluar negeri. Karena terkadang kita juga dipertemukan dengan pelaku jasa yang awalnya sangat baik dan mau menolong tapi ujung2nya memanfaatkan kelemahan kita, dan memang benar adanya bahwa sampai saat ini para pencari kerja keluar negeri adalah sasaran empuk bagi orang orang yang memang niatnya mencari keuntungan pribadi dengan segala cara dilakukan dan itu adalah kenyataan,

dan berikut kami coba berbagi setidaknya hanya untuk bisa mengantisipasi dengan cara mencari tahu dari hal hal berikut :

1. Kita wajib ketahui diawal dengan siapa kita akan berproses, p3mi/pjtki, agency, atau Jasa Perorangan?
banyak ditemui kasus penipuan karena kita sangat minim dalam mengetahui profil pemberi jasa yang akan kita gunakan, dan setelah biaya diserahkan, mereka serta merta akan menghilang/sulit dihubungi dll...dan ini adalah modus yang sering ditemui terutama bagi para calon pencari kerja luar negeri yang mendapatkan informasi melalui social media.. banyak banyaklah mencari informasi dan jadikan info yang didapat tersebut sebagai bahan perbandingan untuk dasar keputusan sebelum berproses keluar negeri.

2. Teliti dan pelajari legalitas ataupun record keberhasilan mereka dalam membantu proses para pencari kerja luar negeri selama mereka berkecimpung didunia pengiriman tenaga kerja keluar negeri, karena hal ini akan membuat sedikit keyakinan pada diri kita bahwa kita minta bantuan pada tempat yang benar, transparan dalam prosesnya adalah mutlak harus kita dapatkan.

- Kita mau bekerja keluar negeri harus tahu diawal tentang Visa apa yang akan kita gunakan, ?

Jangan pernah terjebak dalam informasi yang diberikan oleh para pemberi jasa kepada kita, tanyakan dengan jelas jenis visa apa yang akan digunakan dalam prosesnya, krn ini adalah awal penting dalam perjalanan proses yang akan kita lalui. banyak para pemberi jasa didapati menggunakan visa yang bukan pada tujuannya ( biasanya menggunakan kunjungan/visitor visa), dan ini sangat sering ditemukan untuk pemula yang tidak memahami proses. 
visitor visa adalah visa untuk digunakan dalam kapasitas berkunjung atau berlibur, dan ketika visa ini menjadi pilihan berproses untuk bekerja. maka yang perlu calon pekerja harus lebih banyak memahami baik buruknya bekerja di negara orang dengan visa tersebut, yang notabene statusnya akan menjadi pekerja Ilegal, 

bila akhirnya visa tersebut yang dilakukan dalam proses dokumennya oleh pemberi jasa dalam memberangkatkan calon pekerja, hal tersebut juga sebenarnya bukan 100% penipuan ( selagi dilakukan prosesnya) karena pasti juga ada kesepakatan dengan calon pekerja, adakalanya karena minimnya syarat yang dimiliki oleh calon pekerja, rumitnya prosedur proses dengan visa kerja resmi, juga lamanya waktu yang dibutuhkan bila berproses dengan visa resmi, menjadi bagian dari alasan yang akhirnya (biasanya) membuat calon pekerja *banting setir* dengan menggunakan visa kunjungan/ visitor visa.


memang lebih simpel/mudah dan singkat prosesnya bila kita mengunakan visa jenis ini tapi yang perlu kita pikirkan juga bahwa kita kenegara tujuan adalah untuk bekerja, dan bisa dibayangkan bila kita sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit lalu kita bekerja tidak tenang karena kita akan dihadapkan pada situasi yaang belum pasti terutama jaminan mendapatkan pekerjaan setelah dinegara tujuan, tidak adanya jaminan dari pemberi kerja/majikan,resiko kena razia oleh imigrasi, deportasi dll,  
mungkin saat ini kita juga masih banyak menemukan dan mengetahui para pencari kerja keluar negeri yang masih menggunakan jenis visa kunjungan/visitor karena berbagai alasan, bagaimanapun efek buruk pasti akan didapatkan dengan menggunakan jenis visa ini, paling tidak saat kita akan kembali pulang kenegara asal.
memang ada beberapa Negara yang bisa merubah visitor visa ke visa kerja /permit tapi secara matematis sangat ribet dan melelahkan dan juga tetap akan butuh dana tambahan yang tidak sedikit, kenapa harus mempersulit diri bukannya lebih baik memperbaiki kualitas diri?

3. Bagaimana sistem pembayarannya,?
kita wajib tahu bagaimana sistem pembayaran yang diterapkan, adalah benar bahwa bekerja keluar negeri ( Eropa, New Zealand,Canada, korea selatan, jepang,dll (selain Malaysia,brunei) bila kita bekerja sebagai tenaga bukan ahli akan dibebankan biaya proses mengingat Negara2 tersebut tidak mengenal sistem potong gaji, karenanya kita wajib ketahui transparansi tentang biaya yang akan kita keluarkan untuk berproses, waspada dengan sistem uang muka/dp karena biasanya sebagian besar pihak Negara tujuan tidak menekankan hal tersebut, dan kita juga wajib menanyakan rincian biaya yang akan kita keluarkan untuk membiayai apa saja, itu adalah hak kita untuk mengetahuinya. 

4. Selalu banyak belajar memahami tentang prosedur proses ke Negara yang menjadi tujuan kita, itu akan sangat membantu diri kita dalam mengetahui perjalanan prosesnya.

Selain uraian diatas, ada juga cara yang lebih efisien dan meminimalisir agar kita terhindar dari modus penipuan bila ingin bekerja keluar negeri yaitu dengan berproses secara MANDIRI, walaupun hal ini membutuhkan waktu dan pembelajaran yang tidak sebentar setidaknya kita bisa lebih yakin dan mendapatkan kepuasan tersendiri karena kita bisa membantu diri sendiri dalam mencapai tujuan kita untuk bekerja keluar negeri, 

Hanya Gunakan jasa perusahaan/agency ataupun perorangan apabila kita benar benar buntu dalam melakukannya secara mandiri ( proses mandiri adalah calon PMI yang memiliki keahlian dan dalam prosesnya masuk dalam kategori skilled/profesional), dan sebelum memutuskan kita wajib untuk mencari tahu track record mereka, namun demikian selagi kita masih mampu untuk mempelajarinya, lakukan secara mandiri dan prosedural karena itu lebih aman dan efisien bila orientasi kita adalah  tentang biaya yang akan kita keluarkan.


Kesimpulan yang bisa kita dapatkan disini bahwa :

- Tidaklah mudah bagi setiap kita bila ingin mencoba keberuntungan diri dengan bekerja keluar negeri, selain kesiapan diri dalam kelengkapan dokumen,pengalaman dan biaya, juga mental kita harus lebih perlu dipersiapkan,karena kita akan pergi kesuatu tempat yang serba baru ( kultur,iklim dan bahasa )

- Utamakan untuk banyak mencari tahu tentang cara dan prosedur bekerja keluar negeri, perbanyak mencari referensi dari berbagai sumber yang tentunya bisa dibuktikan kevalidannya dan transparan dalam memberikan dan menyampaikan informasi,

Berapapun nominalnya, kenyataan bahwa Biaya adalah mutlak diperlukan dalam proses untuk bekerja keluar negeri, terutama untuk Negara maju seperti USA,Australia, New Zealand, Eropa, Canada, korea selatan,Jepang dan beberapa negara lainnya. dan perlu diketahui juga bahwa Sebenarnya Bahasa potong gaji adalah bahasa bisnis bagi pelaku usaha/jasa pengiriman tenaga kerja keluar negeri terutama negara negara yang disebutkan diatas,.kecuali potong gaji karena ada dana talangan dari bank yang mem back up program yang akan kita ikuti,

Bersikap cermat dan berlakulah teliti  dengan pikiran yang positif agar kita bisa banyak mengetahui dengan benar tentang apa yang akan kita lakukan... selalu cek kebenarannya langsung dari sumbernya..be smart and be positive always..