Translate

INTRODUCTION


 




Blog wayan management ini adalah sarana informasi untuk para pembaca yang membutuhkan informasi tentang peluang dan juga sarana informasi dan berbagi pengalaman.
dalam blog ini tersedia informasi singkat dan dokumentasi tentang kegiatan di wayan management..

selain blog ini pembaca juga bisa kunjungi link kami yang lain :





Twitter

Linkedin

https://www.instagram.com/wayanmanagement/


















                                       











SERBA SERBI SEPUTAR F 1



Fakta Fakta Seputar Balap F 1







Bagi yang senang dengan tontonan olahraga ekstrim ini tentunya kamu pasti bisa menilai dari skill pembalap itu sendiri saat mereka memacu mobil balap F1 di sirkuit. Nah, mungkin beberapa dari kamu tidak mengetahui apa saja sih yang terjadi ketika pembalap F1 memacu mobilnya di sirkuit. Berikut fakta-fakta yang mencengangkan setiap pembalap mobil F1 memacu adrenalin di setiap sirkuitnya.

Pembalap F1 turun 2-4 kg setiap bertanding

Setelah selesai bertanding, rata-rata berat badan pembalap F1 turun mulai dari 2-4 kg. Penurunan berat badan tersebut membuat pembalap kehilangan hampir 40% kemampuan fisiknya, misalnya berjalan dengan seimbang, stamina atau kelenturan otot tubuh. Untuk mengembalikan berat badan seperti semula, seorang pembalap harus sangat disiplin dalam mengatur pola makannya.
L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1
Selain itu, alat minum khusus pada pakaian balap disematkan agar metabolisme tubuh pembalap F1 tetap terjaga saat balapan. Oh iya, khusus untuk Sirkuit Bahrain dan Sepang biasanya pembalap F1 mengalami penurunan berat badan lebih dari 4kg lho Sahabat. Pasalnya suhu di kedua sirkuit tersebut terbilang cukup ekstrim.

Kecepatan mobil F1 tembus 350 km/jam

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Seorang pembalap F1 mampu memacu mobil balap F1 hingga kecepatan 350 km/jam. Jika kecepatan tersebut diaplikasikan di mobil biasa mungkin struktur rangkanya sudah tidak sanggup menahan tekanan angin yang harus dilalui. Dengan kecepatan yang fantastis itu, para pembalap F1 harus memiliki skill mumpuni, konsentrasi yang tinggi dan tentunya mobil yang canggih juga Sahabat. Jika ada salah perhitungan sedikit saja, sudah bisa dipastikan pembalap terlibat kecelakaan. Bagi mereka, memacu mobil hingga kecepatan seperti itu sudah dianggap biasa, so kamu jangan berani coba-coba mengebut di jalanan ya.

Mobil F1 hanya memiliki radius putar sedikit

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Berbeda dengan mobil pada umumnya, mobil balap F1 tidak memiliki radius putar yang besar. Para pembalap F1 cukup membelokkan sedikit kemudinya dan secara otomatis mobil F1 akan berbelok. Namun siapa sangka, untuk membelokkan mobil F1 cukup sulit lho Sahabat. Secara perhitungan fisika berdasarkan mekanisme rumus force (gaya-gaya) yang bekerja, saat mobil menikung di sudut sirkuit, mobil akan terasa lebih sulit dikendalikan. Sebabnya, terdapat banyak gaya bekerja yang mesti diatasi pembalap. Pembalap F1 tentunya mesti mampu mengatasinya. Bila tak mampu mengatasinya, tak tertutup kemungkinan mobil akan terpelintir, terpelanting atau tersusul oleh pembalap F1 lainnya.

Mobil balap F1 bisa berhenti dalam jarak 5 meter di kecepatan 200 km/jam

Pernahkah kamu melihat para pembalap F1 menggunakan penopang leher yang dikaitkan ke kursi balap mobilnya. Komponen itu berfungsi untuk menahan G-force ketika Pembalap F1 melakukan pengereman untuk memasuki tikungan ketika balapan. 
L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1
Pasanya, mobil balap F1 bisa berhenti secara sempurna dari kecepatan 200 km/jam hanya dalam waktu 2 detik dan hanya membutuhkan jarak 55 meter saja. Nah, ketika pembalap F1 mengerem, tubuh pembalap (terutama leher) harus menahan dorongan ke depan hingga 5,6 kali berat badannya sendiri (5,6G). Jika para pembalap F1 tidak dibekali penopang leher, sudah bisa dipastikan akan mengalami cedera serius. Sebagai pembanding, mobil pada umumnya membutuhkan jarak 120 meter untuk melakukan pengereman dari kecepatan 200 km/jam hingga berhenti dengan waktu 4,1 detik.

Pembalap F1 memantau 15 lampu pada kemudi setiap balapan

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Kamu pernah lihat bukan sistem kemudi pembalap F1 yang cukup rumit dan banyak tombolnya. Nah, itu semua berfungsi di setiap balapan, baik itu ketika ingin menyalip, memasuki tikungan, dan mengecek kondisi mobil selama bertanding. Pembalap F1 sendiri harus mengawasi dan melirik tidak kurang dari 15 fungsi penting lampu serta LCD monitor saat bertanding di kecepatan tinggi. Jika ada kesalahan sedikit saja dan pembalap tidak mengetahuinya, bisa-bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Mobil balap F1 sangatlah panas

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Temperatur di dalam knalpot mobil balap F1 mencapai 950 derajat Celcius. Saat melakukan pengereman, temperatur piringan rem mobil F1 bisa mencapai lebih dari 1000 derajat Celcius. Sedangkan suhu rata-rata dalam kokpit selama balapan adalah 55 derajat Celcius.

Ban mobil F1 hanya untuk jarak 120 km

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Ban mobil F1 hanya bertahan hanya untuk 90-120 km. Bandingkan dengan ban mobil normal yang masih bisa dipakai hingga 60 ribu sampai 10 ribu km. Selama balapan berat ban mobil balap susut sekitar 0,5 kg akibat aus. 

Mesin mobil F1 hanya berumur 2 jam

Mesin F1 hanya sanggup bertahan paling lama 2 jam, jika lewat itu mesin akan meledak. Sementara mobil yang berlaku di pasaran bisa bertahan sampai 20 tahun. Itulah mengapa mobil balap F1 sangat mahal. Selain itu, mesin mobil balap ini berputar sampai 1800 rpm, artinya piston naik turun sebanyak 300 kali dalam satu detik. Coba Sahabat berkedip sebanyak 300 kali dalam satu detik, sanggup tidak?

Mobil F1 terdiri dari 80.000 komponen dan kabel sepanjang 1 km

Ada lebih dari 80.000 komponen yang menyusun mobil F1 dan harus memiliki akurasi 99,9%. Jika tidak, mobil tersebut tidak akan bekerja secara optimal dan bisa menyebabkan kerugian bagi pembalap dan tentunya para tim. Oleh karena itu, kamu pernah tidak melihat para mekanik atau tim yang kesal karena pembalap F1 terlibat kecelakaan? Alasannya cukup jelas bukan.
L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1
Selain itu, mobil F1 Mobil F1 dilengkapi sistem kabel hingga 1 km yang menghubungkan 100 sensor dan aktuator untuk memantau dan mengendalikan bagian-bagian mobil.

Helm dan baju anti api

L. Hamilton Juara Dunia F1 2019, Ini Fakta Seputar Balap F1

Helm yang dikenakan para pembalap F1 bukan sembarang helm. Helm pembalap F1 tahan panas 800 derajat celcius selama 45 detik. Bila terjadi kecelakaan mobil fatal yang mengeluarkan api, akan lebih melindungi nyawa pembalap. Meskipun hanya bertahan selama 45 detik. Bila terjadi kecelakaan ini, pembalap dapat langsung segera keluar dari dalam mobil sebelum mobil terbakar seutuhnya. Begitu juga dengan baju para pembalap F1. 
Demikian, fakta-fakta tentang olahraga extrem F1. Menjadi pembalap F1 memang tak semudah yang kita bayangkan. Bila kita ingin merasakan menjadi pembalap F1, kita dapat bermain game F1. Saat ini, tersedia beragam game tersebut. Meskipun hanya sebatas permainan yang dibuat mudah untuk mengemudikan mobil F1. tentunya membuat kita dapat lebih mengenal bagaimana menjadi seorang pembalap F1 yang sesungguhnya. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita tentang seluk beluk balap F1.Terlebih, bila kita belum terlalu mengenal olahraga tersebut.

sunber : Garasi.id

SERBA SERBI SEPUTAR MOTO GP




Hal hal unik tentang MotoGP






Bicara soal MotoGP tak hanya soal pebalap dan motor di belakangnya. Namun juga ada beberapa unik yang mengejutkan yang belum banyak orang tahu.
Berikut beberapa fakta unik seputar Moto GP


1. Kecepatan motor MotoGP hampir sama dengan mobil F1




Walaupun motor berukuran lebih kecil dari mobil F1, mesin 4 tak berkapasitas 1.000 cc yang membekali motor MotoGP bisa dipacu hingga 354 km/jam.
Kecepatan maksimum tersebut sebenarnya tidak beda jauh dengan rekor tercepat yang dipecahkan mobil F1 yaitu 371 km/jam. Di trek, mobil F1 bisa berlari hingga 190 km/jam hanya lebih 16 km/jam lebih cepat dari MotoGP.


2. Bisa berakselerasi cepat




Motor-motor ini memiliki rasio beban terhadap tenaga yang luar biasa. Itu berarti kuda besi tersebut bisa berakselerasi dengan cepat.



Motor bisa berlari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 2,5 detik lebih cepat dari mobil F1. Di tikungan pun motor masih bisa dikendalikan dengan stabil pada kecepatan 160 km/jam.


3. Setiap motor dikerjakan dengan tangan manusia



Membuat motor MotoGP pastinya sangat sulit namun ternyata itu bukan dikerjakan oleh mesin melainkan tangan manusia.
Masing-masing pembalap memiliki spesifikasi kendaraan berbeda-beda yang disesuaikan dengan karakter mereka.


4. Harga motor mencapai Rp 26 miliaran


Deretan motor MotoGP sangat sulit untuk dibuat tiruannya itu karena dibuat berbeda-beda berdasarkan keinginan pembalap.


Harganya juga sudah pasti tidak mudah, diperkirakan mencapai US$ 2 juta atau sekitar Rp 26,6 miliar.


5. Pergantian gigi hanya butuh waktu 0,0009 detik



Mengganti gigi atau transmisi motor MotoGP bisa dibilang salah satu yang terpenting dan sulit. membutuhkan keahlian khusus. Namun, semakin canggihnya teknologi membuat pergantian gigi bisa dilakukan di bawah satu detik.


6. Pebalap berada di luar negeri hampir setengah tahun lebih tiap musimnya.



Musim MotoGP biasanya berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan, dari Maret hingga November jadi memang tidak ada waktu istirahat buat mereka. Mereka bisa berada di luar negeri hingga 180 hari tiap tahunnya



8. Pebalap MotoGP rata-rata bisa melaju hingga 100 mph atau 160 km/jam setiap sekali balapan



Motor biasanya memiliki 250 kali kekuatan kuda, yang mana lebih cepat daripada mobil. Namun karena hanya memiliki dua roda tentu saja membuat motor menjadi lebih berisiko untuk jatuh. Smith mengatakan bahwa pebalap hanya membutuhkan waktu 2,6 detik saja dari 0-97 km/jam. Jika ditambah dengan latihan dan sesi kualifikasi, pembalap bisa menempuh hingga 350 km. Itu berarti sekitar 6.440 km setahun.

9. Detak jantung pebalap bisa sampai 190 detak/menit.




Detak jantung pembalap saat balapan bisa mencapai 190 detak/menit, padahal rata-rata detak jantung orang normal sekitar 70 detak/menit. Valentino Rossi dikenal sebagai pembalap yang bisa mengontrol detak jatungnya bisa tetap di bawah 100 detak/menit. Hal ini dikatakan oleh Dr Claudio Costa, dokter asal Italia yang menghabiskan waktunya selama 30 tahun di area balap bahwa detak jantung Vale tiap menitnya sangat pelan seperti anak kecil yang sedang bermain.


10. Satu motor memiliki bobot dua kali berat pria dewasa.



Berat satu motor balapan kira-kira adalah 160 kg jadi memang cukup berat untuk dibawa kemana-mana. Pebalap diharuskan untuk ngegym agar otot bisa terlatih, lengan, pundak hingga punggung pebalap untuk mengendalikan motor balapan mereka. "Mungkin terlihat gampang kalau kami yang membawanya, tapi memang butuh perjuangan keras lho," lanjut Smith.


11. Satu pebalap bisa menghasilkan 2 liter keringat setiap kali balapan.




Pengamat balapan menilai bahwa kombinasi dari kerja fisik dan otak membuat cabang olahraga ini lebih melelahkan daripada olahraga yang lainnya. Lebih-lebih jika sirkuit balapan berada di daerah panas seperti Malaysia atau Jepang yang punya tingkat kelembaban hingga 70, biasanya akan menambah beban stress pebalap.Dehidrasi bisa menyebabkan respons jadi lambat, ling-lung sehingga baju balap dan helm dirancang memiliki sistem ventilasi agar pembalap tidak cepat kehilangan cairan tubuh. 



Baju balap juga dirancang agar bisa membawa botol minuman yang disambungkan ke helm agar bisa diminum saat balapan.


12. Pakaian dari kulit kanguru.



Baju pebalap terbuat dari kulit kanguru karena kulit kanguru lebih ringan, fleksibel dan lebih kuat untuk dipakai.


13. Kemampuan otak pebalap.



Dua bagian otak pebalap yang berkembang dengan baik adalah bagian visual korteks (bagian yang menafsirkan informasi seperti persepsi gerak dan jarak), dan otak kecil (bagian vital untuk koordinasi, keseimbangan dan presisi).


14. Motor balapan MotoGP adalah seperti sebuah komputer besar. 



Ada sekitar 500 data yang tersimpan di motor agar bisa membantu tim untuk bisa menganalisis keadaan motor di area balap.


15. Pebalap memakai pelindung yang ngalah-ngalahin Superhero.


Pakaian pebalap harus ngasih perlindungan yang ekstra pada pebalap ketika terjatuh dari motor dengan kecepatan tinggi. Jadi memang harus ada perlindungan yang baik di area bahu, siku, lengan, sarung tangan, jari-jari dan di sekitar telapak tangan. Smith mengatakan bahwa pebalap juga memiliki pelindung dada, punggung, pinggul, tulang kering, dan perlindungan lutut yang lebih lengkap daripada yang dipunyai oleh Batman.



16. Pebalap MotoGP harus bisa menghapus trauma dengan cepat.




Smith mengaku bahwa pebalap harus bisa menghilangkan rasa trauma, apalagi ketika jatuh dengan cepat. Pebalap harus bisa melupakan kecelakaan dalam pikiran karena bisa membuatnya sulit untuk mendapat kecepatan terbaik ketika harus ikut balapan lagi. Jadi harus bisa memulai balapan dengan pikiran yang jernih.